Sudah dua tahun berjalan pandemi Covid-19……koleksi tanaman hias tentunya pula bertambah dan yang pasti tumbuh dan berkembang menjadi sosok tanaman hias yang besar. Agar tampil tetap indah dan sesuai tujuan penempatannya, maka tanaman hias kita perlu rawat……..
Berikut penjelasan atas pertanyaan beberapa penghobi tanaman hias baru terkait apakah tanaman hias dalam pot masih perlu dipupuk, ……. jenis pupuk apa yang baik …… dan bagaimana cara memupuknya……

Pemberian berbagai unsur pupuk (unsur hara) yang dibutuhkan oleh tanaman hias ke dalam tanah atau ke bagian tubuh tanaman hias secara langsung disebut sebagai pemupukan. Pemupukan dimaksudkan untuk memenuhi unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman hias dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Tanah selain sebagai media tanam juga berfungsi sebagai Tempat menyimpan, menukarkan dan menyediakan unsur hara. Tempat menyimpan dan menyediakan air, dan sebagai tempat perkembangan akar

Persediaan unsur hara di dalam tanah akan berkurang karena diambil secara terus menerus oleh tanaman. Terlebih-lebih bagi tanaman hias dalam pot, karena persediaan unsur hara terbatas yang disebabkan terbatasnya jumlah tanah. Oleh karena itu penambahan unsur hara (pemupukan) bagi tanaman hias tersebut mutlak diperlukan demi tercapainya hasil yang diinginkan.

Pupuk yang dapat memberikan atau menyediakan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman hias dapat digolongkan menjadi dua (2), yaitu:

Pupuk organik
Pupuk organik atau pupuk alam, yaitu pupuk yang berasal dari bahan-bahan organik, misalnya sisa kotoran hewan, sisa dedaunan, sampah dan lain sebaginya. Pupuk organik biasanya digunakan sebagai pupuk dasar, yaitu dicampurkan ke dalam tanah pada saat penanaman atau menjelang tanam. Namun akhir-akhir ini sudah banyak dibuat dan beredar jenis pupuk organik yang diberikan lewat daun dengan cara penyemprotan atau dengan cara penyiraman langsung. Pupuk ini dapat diberikan berkjali-kali selama masa pertumbuhan tanaman hias.
Meskipun hanya menyediakan unsur-unsur dalam jumlah sedikit, tetapi pupuk organik alam ini sangat baik untuk memperbaiki sifat tanah sehingga tanah menjadi gembur, mudah ditembusi akar dan dapat menyimpan udara atau air dengan cukup baik. Lebih lanjut diketahui bahwa pupuk organik mengandung bahan organik alami komplek yang dapat menyediakan unsur hara mikro seperti Zn dan Fe menjadi tersedia bagi tanaman hias.

Dalam penggunaan bahan organik alam sebagai bahan pupuk, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu :

• Pemberian pupuk organik yang berlebihan (terutama pupuk kandang)
akan dapat mengakibatkan penambahan garam tanah hingga tingkat yang berbahaya,
• Unsur hara dari bahan organik tidak langsung tersedia bagi tanaman hias, sehingga harus melalui dekomposisi terlebih dahulu,
• Bahan pupuk organik alam sering pula mengandung inokulum penyebab
penyakit terutama yang bersifat “soil borne”, oleh karena itu pemakaian
pupuk organik ini perlu diperhatikan tingkat kematangannya. Biasanya pupuk organik yang telah terdekomposisi atau menangas selama 2 – 3
bulan sudah aman untuk dapat digunakan sebagai bahan pupuk

Pupuk Anorganik
Pupuk anorganik atau pupuk buatan (sintetik), yaitu pupuk yang dibuat dari bahan-bahan anorganik. Pupuk inilah yang dapat memberikan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman hias dalam jumlah banyak. Pupuk buatan ini juga merupakan sumber hara yang lebih mantap konsentrasi unsur yang dikandungnya bila dibandingkan dengan pupuk organik, terutama organik alam.

Pemberian pupuk anorganik buatan memerlukan ketelitian seperti saat pemberian, berapa jumlah (dosis) pupuk, dan jenis pupuk yang diberikan. Pemberian yang terlalu banyak akan mengakibatkan terhalangnya penyerapan air dan unsur hara lainnya sehingga tanaman hias justru akan layu bahkan kemudian mati.

Dalam praktek bercocok tanam tanaman hias, pupuk buatan ini dapat digolongkan berdasarkan kandungan unsur hara utama, dan dikenal dua golongan, yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal adalah pupuk yang mengandung satu jenis unsur hara pokok (primer) dan diberikan nama menurut jenis unsur hara pokok yang dikandungnya. Sedangkan pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung dua atau lebih unsur hara pokok dan dapat juga mengandung unsur hara lain (tambahan) baik berupa unsur hara makro maupun unsur hara mikro.

Cara Memupuk
Cara pemberian pupuk pada tanaman hias sangat tergantung pada
jenis pupuk dan jenis tanaman hias. Namun demikian, umumnya pemupukan pada tanaman hias ada dua cara, yaitu :

Pemupukan Lewat Tanah. Pupuk ditaburkan atau dibenamkan setelah tanam, kemudianditutup tanah dan kemudian disiram. Yang perlu diperhatikan adalah disaat menabur atau membenamkan pupuk, tanah atau media tanam harus dalam keadaan basah. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari agar akar-akar tanaman hias tidak terbakar oleh unsur pupuk. Khususnya bagi tanaman hias dalam pot, hal ini sangat penting untuk diperhatikan.

Pupuk Lewat Daun. Dengan cara ini, pupuk dilarutkan sampai pada konsentrasi yang sangat rendah, kemudian larutan pupuk tersebut disemprotkan langsung pada daun dengan menggunakan alat semprot.

Waktu Memupuk
Pengambilan atau penyerapan unsur hara selama periode pertumbuhan oleh tanaman tidaklah sama jumlahnya, tergantung pada tingkat pertumbuhan tanaman hias tersebut. Pada saat tertentu seperti periode pertumbuhan tanaman hias sangat giat/cepat maka diperlukan unsur pertumbuhan lebih banyak dan pertukaran zat-zat tumbuh berlangsung sangat intensif. Pada waktu tersebut tanaman hias akan banyak mengambil unsur hara.
Secara umum, waktu dan cara pemupukan untuk tanaman hias tergantung pada jenis tanaman dan periode pertumbuhan tanaman itu sendiri. Selain itu, pengaturan jumlah atau dosis pupuk yang diberikan perlu diperhatikan.

Misalkan, bila kita ingin menggunakan pupuk Urea, SP36, dan KCl untuk memupuk suatu tanaman hias dalam pot. Kita ketahui masing-masing pupuk tersebut mengandung 45% N untuk Urea, 46% P untuk TSP, dan 50% K untuk ZK.

Maka perhitungan kebutuhan (jumlah pupuk) tersebut yang harus diberikan pada tanaman hias dalam periode pertumbuhan vegetatif adalah : Jadi diperlukan Urea sejumlah 3,3 gr, SP36 sejumlah 2,2 gr, dan KCl sebanyak 1 gr untuk memupuk tanaman hias tersebut.

Demikian pula untuk pertumbuhan generatif. Bila menggunakan jenis pupuk lainnya, cara perhitungan untuk mengetahui dosis pupuk dimaksud, sama saja seperti cara perhitungan di atas. Biasanya, perhitungan di atas digunakan untuk suatu pot tanaman hias dengan diameter antara 20–30 cm. Sedangkan untuk tanaman hias di lapang, tentunya dosis pupuk yang diperlukan lebih banyak (biasanya dua kali lipat dari dosis untuk tanaman hias dalam pot).

Bagi jenis pupuk yang disemprotkan ke daun, dosis yang diperlukan tergantung pada ukuran (besar-kecilnya) tanaman hias itu sendiri. Namun pada masing-masing kemasan pupuk telah dijelaskan atau direkomendasikan besarnya konsentrasi atau dosis kisaran.

Secara umum cara penyemprotan untuk pupuk yang disemprotkan ke daun adalah bahwa, pertama membuat larutan pupuk sesuai anjuran yang ada pada kemasan, kemudian semprotkan ke seluruh permukaan daun (utamakan permukaan daun sebelah bawah) secara merata berupa kabut pupuk (spray).
Yang perlu diperhatikan dalam penyemprotan pupuk daun adalah
• Konsentrasi maupun dosis sesuai dengan aturan atau rekomendasi yang terdapat pada label kemasan,
• Penyemprotan pupuk dihindari pada malam hari dan atau saat terik matahari ataupun saat mendung,
• Menghindari penyemprotan disaat tanaman hias sedang berbunga,
• Menghindari penyemprotan kepada tanaman hias yang baru dipindah-tanam, dan
• Penyemprotan diarahkan ke permukaan daun bagian bawah.

Daftar Bacaan
Ingels, Jack E., 1994. Ornamental Horticulture – Science, Operations and Management. ITP Delmar Publisher Inc.
Swamy, G.S.K., J. Auxcilia. 2017. Fundamentals of Horticulture. AgriMoon.com
Whitcomb, C.E. 2003. Plant production in containers II. Stillwater, OK: Lacebark Publications..

Share This