Berikut adalah penjelasan bagi penghobi baru tanaman hias, yang bertanya-tanya kepada penulis “bagaimana sebaiknya cara menanam tanaman hias dalam pot”, “bagaimana mengatur agar media tumbuhnya tidak cepat becek terlebih pada musim penghujan ini” dan “sebaiknya menggunakan pot jenis apa”.

Umumnya tujuan bertanam tanaman hias dalam pot untuk tujuan praktis, karena nantinya mudah untuk diangkut dan diatur pada sembarang tempat menurut selera. Keindahan suatu tanaman hias akan menurun bila ditanam bercampur dengan tanaman hias jenis lainnya pada areal yang cukup luas. Terlebih-lebih bila di antaranya tidak menimbulkan keserasian atau padanan dalam keindahan penampilannya. Namun bila tanaman hias tersebut ditanam dalam pot dan diletakkan pada tempat-tempat yang sesuai, keindahannya akan lebih terpencar sehingga perhatian orang yang melihatnya lebih tertuju padanya (point of interest)

Beberapa keuntungan lainnya dari menanam tanaman hias dalam pot adalah terpecahkannya masalah tidak atau kurang suburnya tanah-tanah di halaman rumah ataupun hambatan ukuran halaman rumah yang dimiliki. Kebutuhan lingkungan dapat dengan mudah dipenuhi; seperti halnya bila tanaman hias tersebut tidak suka sinar matahari langsung, maka dengan mudah tanaman hias tersebut dipindahkan pada tempat yang teduh atau terhindar dari terpaan sinar matahari secara langsung.

ingkat kata, dengan menggunakan pot dalam bertanam tanaman hias, maka akan diperoleh beberapa keuntungan-keuntungan seperti :

  • Hampir semua jenis tanaman hias dan bunga dapat ditanam di dalam pot
  • Perawatan atau pemeliharaan akan lebih mudah
  • Dapat dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai terhadap kebutuhan syarat tumbuhnya (terutama cahaya) tanpa meninggalkan bekas lubang galian
  • Dapat digunakan sebagai tanaman hias dalam ruangan (penghias ruangan)

 Keterkaitan dengan keuntungan point ke empat, dengan adanya aneka macam bentuk dan warna pot, maka akan menambah atau memiliki fungsi tersendiri. Pot merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seni dekoratif ruangan.

 Bentuk dan Ukuran Pot

Seiring dengan makin majunya teknologi dan adanya kesadaran akan seni atau keindahan terutama bagi penggemar tanaman hias, kini telah banyak bentuk-bentuk dan ukuran pot. Umumnya hanya ada dua bentuk pot, yaitu bentuk silinder dan bentuk kotak atau kubus. Hanya dengan adanya beberapa variasi, membuat banyaknya bentuk-bentuk pot tersebut.

Pemilihan bentuk maupun ukuran pot memang tidak sembarang. Sebagai contoh, pot dengan ukuran dangkal dalam berbagai bentuk (misalnya setengah bola terlentang) cocok untuk menanam tanaman hias yang memiliki sistim perakaran dangkal (tidak terlalu dalam) atau sistim perakaran serabut yang cenderung menyebar ke segala arah namun tidak mengarah ke bawah. Contoh tanaman hias yang memiliki perakaran seperti yang digambarkan tersebut adalah tanaman hias yang berumbi, kaktus, dan jenis rumput-rumputan.

Pot berukuran cukup dalam (kira-kira 20–50 cm) sangat sesuai digunakan untuk menanam tanaman hias yang memiliki sistim perakaran dalam. Contoh tanaman hias seperti ini meliputi famili palm, hibiscus, bougenville, dan dieffenbachia.

 Hal penting yang perlu diperhatikan bila menanam tanaman hias dalam pot adalah perkembangan akar tidak mengalami hambatan. Ini berarti, pot harus memiliki syarat-syarat seperti adanya atau tersedianya fasilitas bagi mudahnya pertukaran udara melalui permukaan pot. Khususnya bagi penanaman tanaman hias golongan anggrek, adanya lubang-lubang pada sisi atau dinding pot sangat diperlukan bagi keleluasaan perkembangan akar.

Keadaan tersebut di atas memang perlu mendapat perhatian mengingat karena akar tanaman hias merupakan jaringan hidup yang selalu melakukan aktivitas respirasi, yakni suatu proses yang memerlukan karbondioksida. Maka adanya pertukaran udara melalui lubang di permukaan pot sangat diperlukan. Agar keluarnya karbondioksida dan masuknya oksigen berjalan lancar dan cepat, maka pot dengan bahan yang porous akan lebih baik, dan sebaliknya pada pot dengan bahan yang tidak porous. Pada keadaan pot kedua ini, kemungkinan akar-akar akan mengalami kekurangan oksigen dan akhirnya akan mengalami keracunan akibat berlebihan karbondioksida. Kemungkinan lainnya, akan mengarah pada terjadinya proses fermentasi pada aktivitas respirasi akar. Hal ini menyebabkan pembusukan akar tanaman hias tersebut.

Keuntungan lainya dari pot berbahan porous, adalah bila pemupukan melalui tanah ternyata dosisnya berlebihan. Penyiraman segera dilakukan, karena dengan penyiraman berkali-kali, kelebihan garam-garam unsur pupuk dapat merembes keluar dan mengendap di luar permukaan pot.

Pemakaian pot dengan bahan yang tidak porous biasanya dilakukan untuk tanaman hias jenis yang membutuhkan atau memerlukan kelembaban tinggi. Namun demikian, sebaiknya pot-pot berbahan tidak porous digunakan sebagai pemanis atau dekorasi ruangan, atau sebagai pot luar.

Macam-Macam Pot

Pot Tanah. Pot terbuat dari tanah liat (clay) dan bersifat porous. Merupakan macam pot yang terbaik untuk tanaman hias. Suhu tanah di dalam pot relatif stabil, karena aerasi maupun draenase berjalan lancar. Kejelekan atau kekurangan pot tanah liat ini adalah mudah pecah, baik akibat benturan dengan benda keras maupun akibat desakan akar yang pertumbuhannya sudah pesat. Karena lembab, dinding pot mudah ditumbuhi lumut sehingga akan nampak kotor.

Pot Porselin. Pot ini sering pula disebut sebagai pot keramik. Pada macam pot seperti ini, sering dijumpai pot tanpa lubang draenase di bagian dasar/bawah pot. Akibat atau sebagai konsekuensinya, penyiraman tidak boleh terlalu banyak. Air yang berlebihan di dasar pot akan menggenang dan karena draenase tidak terjadi atau sangat lambat, akan menyebabkan mudahnya akar-akar tanaman membusuk. Hal ini disebabkan karena tanah media tumbuh dalam pot kekurangan oksigen sehingga proses respirasi mengarah pada proses fermentasi yang akhirnya akan merugikan tanaman hias itu sendiri.
Pot porselin biasanya memiliki bobot yang berat sehingga akan cocok ditempatkan pada tempat yang relatif tetap (permanen). Oleh karenanya, pemilihan jenis tanaman hias diarahkan pada jenis-jenis yang tidak membutuhkan penanganan yang rumit. Tentunya keserasian dan keindahan pot porselin dengan jenis tanaman hias perlu diperhatikan.

Pot Plastik. Pot terbuat dari bahan plastik yang harganya cukup terjangkau. Bahan cukup `kuat tidak mudah pecah. Dinding pot tidak berpori atau tidak porous sehingga aerasi tidak lancar. Hal ini dapat menyebabkan suhu tanah di dalam pot akan cepat tinggi atau panas. Bobot pot ini sangat ringan sehingga kurang cocok untuk ditanami atau sebagai wadah tanaman hias berukuran besar.

Pot Logam (metal). Biasanya jenis logam yang sering digunakan adalah tembaga, perunggu, kuningan, dan aluminium. Pot ini cepat menghantarkan panas dan tentunya tidak porous, yang berarti tidak dapat merembeskan air. Selain itu, karena bahanya logam, pot mudah berkarat. Kecepatan berkaratnya akan semakin cepat demngan adanya pemberian bahan kimia berupa pupuk, yang pada akhirnya pot ini akan keropos. Karena pot ini banyak kekurangannya atau kelemahannya, maka disarnkan pemakaian pot ini sebagai pot luar.

Pot Beton (semen). Dinding pot masih dapat merembeskan air sehingga cukup baik untuk digunakan sebagai wadah penanaman tanaman hias. Pot cukup kuat, tidak mudah retak maupun pecah. Namun demikian, bobot pot ini sangat berat.

Pot Kayu. Pot kayu seistilah untuk tong yang berukuran kecil. Bobot pot kayu tentunya sangat ringan. Bahan cukup kuat dan tidak mudah pecah. Tetapi, kelemahannya adalah mudah lapuk. Kelapukan ini akan lebih cepat bila pot kayu diletakkan langsung di atas tanah tanpa alas. Oleh karena itu, sebaiknya p[ot ini diletakkan di teras atau tempat-tempat terlindung dari terpaan hujan. Ketahanan atau keawetan pot kayu ini akan semakin panjang, bilamana pot dimanfaatkan hanya sebagai pot luar.

Pot Bambu. Sesuai dengan namanya, bahan pot ini berasal dari bambu yang disusun-susun atau dianyam sehingga membentuk suatu wadah yang dapat digunakan sebagai pot. Pot ini cukup kuat dan tidak mudah pecah. Hanya saja bila ditanami langsung tanaman hias, pot akan mudah lapuk. Oleh karena itu, pot bambu hanya cocok sebagai bahan pot luar. Bila bambu yang tersedia berukuran besar, maka dapat diciptakan suatu pot gantung ataupun pot tmpel yang sangat indah.

Pot Dari Limbah Rumah Tangga. Beberapa barang limbah rumah tangga yang dapat digunakan sebagai bahan pot tanaman hias antara lain :
• Ember plastik
• Mangkok plastik/seng/logam
• Kaleng bekas
• Panci bekas
• Drum bekas
• Dan lain sebagainya

Jenis-Jenis Pot
Pot Tanam. Jenis pot ini merupakan jenis pot yang langsung digunakan untuk menanam tanaman. Pot langsung berhubungan dengan media tanam dan akar tanaman hias.

Pot Luar. Disebut sebagai pot luar karena penggunaannya untuk mewadahi pot yang sudah berisi tanaman hias sehingga pot luar ini saja yang nampak dari luar. Sementara pot tanam (pot sebenarnya) yang berisikan tanaman hias beserta media tanamnya tidak nampak. Jadi fungsi pot luar hanyalah untuk menyembunyikan/menutupi pot dalam atau pot tanam. Oleh karena itu, model dan penampilan pot luar haruslah cantik, seni dan unik. Sebelum pot dalam diletakkan atau dimasukkan ke dalam pot luar, terlebih dahulu pada pot luar diberikan alas atau cawan rendah bagi pot dalam/tanam. Cawan atau alas tersebut berfungsi menampung air yang berlebihan dari siraman sehingga tidak membasahi pot luar.
Bahan pot luar biasanya dari anyaman bambu atau rotan, dan dapat pula terbuat dari semen (beton) ataupun logam dan porselin. Model yang menarik akan semakin memberikan kesan indah, terlebih-lebih hadirnya pot tersebut serasi dengan tanaman hiasnya.

Pot Gantung. Pot gantung adalah pot yang pemakaiannya digantung pada suatu tempat dengan menggunakan tali penggantung. Pot ini tidak akan memberikan kesan indah dan seni bila pemakaiannya didudukkan seperti layaknya pot duduk biasanya.
Jenis tanaman hias yang ditanam pada pot gantung sebaiknya dipilih yang memiliki tipe pertumbuhan lambat ke atas namun memberikan dominasi pertumbuhan ke arah bawah atau menjuntai

Pot Dua Tingkat. Pot ini khusus bagi tanaman hias yang ditanam dengan sistim hidroponik. Biasanya pot ini terbuat dari semen, dan kini telah banyak dijual pot dua tingkat dari bahan plastik.
Pot dibagi menjadi dua bagian. Bagian bawah, sebagai lantai dasar yang meliputi seperempat bagian dari pot keseluruhan. Antara bagian atas dan bagian bawah dibuatkan sekat. Pada sekat dibuatkan lubang yang disisikan sumbu terbuat dari kain ataupun dapat digunakan sumbu kompor. Sumbu tersebut menjuntai ke bagian pot di bawah, sedangkan bagian di atas sekat dibiarkan menghampar. Pada bagian pot bawah diberikan media tanam berikut tanaman hias siap tanam. Media tanam yang dapat digunakan pada sistim ini adalah pasar, kerikil, pecahan genteng, pecahan batu-bata ataupun vermikulit.

Pot Bonsai. Sama seperti halnya dengan pot tanam, pot bonsai ini adalah dalam berbagai bentuk dan model. Hanya saja kedalaman ruang tanam dari pot bonsai sangat dangkat. Ini dikarenakan sifat penanaman tanaman hias jenis bonsai diharapkan pertumbuhan yang terkekang atau kerdil. Dengan kata lain, tanaman hias ini tidak diperkenankan untuk memanfaatkan unsur hara sebanyak-banyaknya. Unsur hara yang tersedia dalam media harus sedikit dan hal ini dapat dicapai bila wadah yang berupa pot berdaya tampung terbatas (sedikit).

Tip…… Langkah pertama dalam bercocok tanam tanaman hias dalam pot adalah memilih jenis maupun ukuran pot. Ukuran pot jangan terlalu besar maupun terlalu kecil. Pilih ukuran pot yang sedikit lebih besar dari pada ukuran tanaman, sehingga akan memberikan kesan serasi dan ideal. Pot dengan ukuran yang terlalu besar menyebabkan pemakaian tanah tidak efisien karena berlebihan. Pada keadaan ini juga akan menyebabkan penggunaan air siraman yang cukup banyak, sehingga akar-akar tanaman mudah membusuk. Bila penanaman tersebut merupakan pemindahan dari pot lain, maka ukuran pot baru lebih besar dari ukuran pot yang lama. Hal tersebut dimaksudkan agar perakarannya dapat mudah berkembang dengan baik. Namun apabila ukuran pot baru sama dengan ukuran pot lama, maka pemangkasan akar yang nampak berlebihan perlu dilakukan secukupnya.
Langkah kedua, yaitu penyiapkan dan memilih media tanam yang sesuai dengan jenis tanaman hias yang akan ditanam. Sudah pernah dibahas (diuraikan) pada artikel terdahulu pada laman ini.
Langkah selanjutnya, media tanam yang telah siap di dalam pot disiram air secukupnya dan dibiarkan sejenak. Pada media tersebut dibuat lubang tanam sesuai dengan ukuran perakaran tanaman hias yang akan ditanam. Tanaman hias tersebut kemudian dimasukan secara hati-hati agar akar-akar tanaman tidak bergerombol. Ruangan kosong di antara adi sekeliling akar segera diisi dengan kompos sedikit demi sedikit hingga penuh. Kompos tersebut kemudian ditekan-tekan dan terus ditambahkan bila masih nampak kurang penuh hingga pangkal batang tanaman hias tertutupi. Kompos yang ditambahkan sebelum digunakan tekan dilembabkan terlebih dahulu.
Terhadap pot yang telah ada tanaman hiasnya kemudian ditempatkan pada tempat yang teduh. Setelah beberapa hari (7–10 hari), pot tersebut sudah dapat diletakkan pada tempat yang dikehendaki

Sumber Bacaan

Acquaah, G. 2002. Horticulture – Principles and Practices. Second Edition. Pentice Hall, New Jersey

Ingels, Jack E., 1994. Ornamental Horticulture – Science, Operations and Management. ITP Delmar Publisher Inc.

Lubis, Y.A. 1991. Tanaman Hias Rumah – Tuntunan Praktis Berkebun. Gaya Favorit Press, Jakarta.

Tanaman hias dalam pot, koleksi pribadi penulis.

Share This