upun kelor nyata-nyata memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan tubuh manusia, untuk lingkungan, maupun untuk bahan alternatif biodiesel, masih saja sebagian besar masyarakat menyepelekannya. Daun ataupun buah kelor muda akan dipilih sebagai bahan sayuran hanya jika bahan (jenis) sayuran lainnya tidak tersedia. Sayuran kelor masih sebagai pilihan kedua. Hal ini terjadi tidak saja di kalangan masyarakat kota tetapi juga justru di kalangan masyarakat pedesaan, dimana pohon kelor banyak tumbuh.

Berikut ini adalah bahan penyuluhan yang telah disampaikan pada dua kelompok tani di kawasan Lombok Utara. Tujuan kegiatan penyuluhan ini adalah menyampaikan manfaat-manfaat pohon kelor sehingga nantinya dengan mengetahui betapa banyak manfaatnya, mereka akan membudidayakan untuk mendapatkan berbagai produk pohon kelor, tidak hanya mengekploitasi pohon-pohon yang sudah ada tumbuh berkembang sejak puluhan tahun tanpa pemeliharaan demi keberlanjutan produksi daun ataupun buah muda yang dijadikan sebagai sayuran alternatif jika jenis sayuran lainnya tidak tersedia.

Sehubungan dengan banyaknya manfaat dari pohon kelor ini, pada akhirnya pohon (tanaman) kelor ini dikenal sebagai tanaman ajaib (miracle plants). Tidak saja berguna sebagai sumber pangan sehat yang penuh manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, sumber bahan obat (herbal atau biomedicine), sumber pakan ternak, sebagai bahan pembersih air, biji kelor dapat sebagai sumber minyak yang diperuntukan sebagai alternatif biodiesel. Pohon (tanaman) kelor telah tumbuh menyebar di setiap bagian dari belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Tanaman kelor sudah dikenal luas di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal dalam kehidupan. Selama ini pada sebagian besar daerah di Indonesia tanaman kelor banyak ditanam sebagai pagar hidup, ditanam di sepanjang ladang atau tepi sawah, berfungsi sebagai tanaman penghijau. Selain itu tanaman kelor juga dikenal atau dimanfaatkan sebagai tanaman berkhasiat obat. Bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, biji, hingga akarnya. Namun demikian, khasiat utama yang telah dimanfaatkan dari tanaman kelor, terutama daunnya, adalah sebagai sayuran. Penanaman tanaman kelor seringkali dijadikan sebagai tanaman sela, sebagai sumber pakan ternak, sumber pangan, dan juga sebagai bahan obat alami. Akan tetapi, berdasarkan hasil penelitian intensif yang dilakukan negara-negara di benua Afrika, bahwa ternyata tanaman kelor telah menjadi basis utama dalam memerangi kondisi kurang gizi, lapar gizi, dan berbagai problema kesehatan. Oleh karena itu, kini tanaman kelor mulai dan telah dibudidayakan beberapa negara ataupun daerah termasuk di Indonesia, baik skala rumah tangga, perkebunan kecil maupun besar yang terpadu dengan industri pengolahan dengan sarana ekspor. Pada beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, khususnya di daerah Blitar–Jawa Tengah, budidaya tanaman kelor untuk memperoleh daunnya merupakan suatu program yang sedang dijalankan.

Terdapat beberapa julukan untuk pohon kelor di antaranya The Miracle Tree, Tree for Life, The Mother’s Friend, dan Amazing Tree. Julukan tersebut muncul karena sebagian besar bagian-bagian tubuh tanaman kelor mulai dari daun, buah, biji, bunga, kulit, batang, hingga akar memiliki manfaat yang luar biasa, baik sebagai bahan sayuran sehat, bahan obat berbagai macam penyakit, pakan ternak, bahan pembersih air, hingga bahan alternatif energi nabati (biodiesel).

 Tanaman kelor mempunyai potensi atau kemampuan memproduksi biomassa yang tinggi yaitu dapat mencapai 4,2–8,3 ton bahan kering/ha pada interval pemotongan (panen) 40 hari. Kandungan protein daun berkisar 19,3–26,4%. Daun kelor selain mengandung protein yang tinggi, juga memiliki asam amino esensial yang lengkap, vitamin seperti A, C, B1, dan B kompleks serta mineral seperti Fe, Ca, Mg, Se, dan Zn.

Walaupun tanaman kelor memiliki potensi pemanfaatannya yang serbaguna, di Indonesia sendiri pemanfaatan tanaman kelor masih belum banyak diketahui. Sebagian besar memanfaatkan terutama daun dan buah mudanya sebagai sayur. Penggunaan daun kelor sebagai sayuran umum dilakukan masyarakat di Nusa Tenggara Barat, namun penggunaannya sebagai bahan obat, pakan ternak, maupun sumber energi nabati belum dilakukan. Beberapa tahun belakangan ini pemanfaatan tanaman kelor sudah mulai semakin beragam peruntukan dan meluas di masyarakat, terutama sebagai sumber pangan sehat dan beberapa manfaat pengobatan serta kecantikan.

Hampir semua bagian tanaman kelor ada manfaatnya. Secara garis besar beberapa kegunaan tanaman kelor adalah sebagai berikut, 

Sebagai sumber energi alternatif

Dari tanaman kelor dapat dihasilkan beberapa bentuk energi seperti biogas, bioethanol, biodisel, dan briket. Khususnya biodiesel, sumber energi ini dapat diperoleh dengan memanfaatkan minyak yang ada di dalam biji yang bersifat ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar minyak solar. Kandungan minyak biji kelor sekitar 35%. Buah yang di dalamnya berisi banyak biji sudah dapat terbentuk pada tanaman yang telah berumur 1 tahun.

Proses transesterifikasi pada minyak biji kelor mengubah minyak tersebut menjadi biodiesel. Tentunya biodiesel ini merupakan biodiesel yang terbarukan, tidak beracun, biodegradable, dan menghasilkan emisi yang kurang berbahaya. 

Sebagai sumber pangan sehat

Bagian utama tanaman kelor yang merupakan sumber pangan sehat terutama adalah daun dan buah. Pada daun terkandung kalsium, vitamin C, vitamin A, Kalium, zat besi, dan protein yang sangat tinggi. Buah berupa polong yang masih muda merupakan sayuran bergizi tinggi karena banyak mengandung asam amino penting bagi kesehatan tubuh. Bagi ibu-ibu hamil dan menyusui, mengkonsumsi daun kelor sangat bermanfaat bagi pertumbuhan janin yang dikandungnya dan mem-percepat pertumbuhan serta menambah kekebalan bayi.  

Sebagai sumber herbal (obat)

Hampir seluruh bagian tanaman kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal. Daun kelor banyak khasiatnya untuk bahan terapi berbagai penyakit. Daun kelor dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan terutama bagi masyarakat yang kekurangan gizi.  

Sebagai tanaman yang dikenal memiliki khasiat obat, maka banyak kandungan senyawa bersifat obat yang dijumpai di sebagian besar bagian tanaman. Senyawa aktif yang ditemukan hampir di seluruh seluruh bagian tanaman seperti akar, kulit kayu, daun, biji, minyak, buah, dan bunga. Sifat penyembuhan tanaman kelor meliputi antitumor, antipiretik, antiulcer, antispasmodic, diuretik, antihipertensi, menurun-kan kolesterol, antioksidan, hepatoprotektif, antibakteri, dan kegiatan fungisidal, serta anti diare. Belakangan ini manfaat obat dari tanaman ini juga untuk pengobatan kardiovaskular, gastrointestinal, hematologic, dan juga pada gangguan hepatorenal

Sebagai sumber pakan ternak.

Daun kelor yang banyak mengandung hara mineral (nutrient), pada beberapa daerah dimanfaatkan sebagai makanan ternak (supplement). Ternak yang diberikan daun kelor pada pakan atau ransumnya menunjukkan peningkatan berat yang nyata, sedangkan pada hewan yang memproduksi susu, hasil susu meningkat. Selain itu ketahanan ternak terhadap beberapa penyakit semakin meningkat pula. 

Sebagai sumber senyawa pengatur tumbuh

Masih terbatas pada pengujian di laboratorium maupun skala percobaan, didapatkan bahwa ekstrat daun kelor dapat sebagai senyawa pengatur tumbuh beberapa tanaman. Penyemprotan larutan daun kelor tampaknya dapat memacu pertumbuhan tanaman muda (pada fase pembibitan). Tanaman yang disemprotkan larutan ekstrak daun kelor akan menjadi lebih tahan terhadap hama dan penyakit, periode tumbuh yang lebih panjang, perakaran yang semakin kokoh, lebatnya pertumbuhan daun maupun batang, lebih banyak membentuk buah, dan meningkatkan hasil. 

Sebagai alat-bahan pembersih air

Biji kelor yang dihancurkan dapat sebagai bahan pembersih air yang kotor (memperbaiki kualitas air). Hal ini dikarenakan pada biji kelor terdapat senyawa yang dapat berperan sebagai kuagulan alami, dapat mereduksi logam berat dan pembersih dari bakteri E. coli. 

Sebagai sumber alternative biodiesel

Minyak yang dikandung dalam biji tanaman kelor ini memiliki kualitas yang sangat baik. Memiliki kandungan lipid yang tinggi, yaitu sekitar 40-50%, stabilitas oksidatif yang tinggi, persentase yang lebih tinggi dari kandungan asam oleat dalam profil asam lemaknya. Oleh karena itu, maka tanaman kelor dapat berguna sebagai sumber alternatif biodiesel. 

Nah itulah sebagian dari banyak manfaat tanaman kelor yang dapat diuraikan pada kesempatan ini. Kegunaan dan manfaat lainnya masih banyak, akan diuraikan di lain kesempatan……….

Sumber Bacaan

Aderinola, O. A., T. A. Rafiu, A.O. Akinwumi, T. A. Alabi, and O. A. Adeagbo. 2013. Utilization of Moringa oleifera leaf as feed supplement in broiler diet. Int. J. Food Agric. Vet. Sci. 3(3):94-102.

Anwar, F., Rashid, U. 2007. Physicochemicall characteristics of Moringan oleifera seeds and seed oil from a wild provenance of Pakistan. Pakistan Journal Botany.21:17-25.

Daba, M. 2016. Miracle Tree: A Review on Multi-purposes of Moringa oleifera and Its Implication for Climate Change Mitigation. J Earth Sci Clim Change. 7: 366.

Melo, N.V., Vargas, T.Q., Calvo, C.M.C. 2013.Moringa oleifera L. an underutilized tree with macronutrients for human health. Emir. J. Food Agric. 25(10):785-789.

Share This