Jenis atau bahan pot tentunya akan terkait dengan fasilitas draenasie dan aerasi, walaupun pada dasarnya lubang draenase dapat dibuat terutama di dasar (bagian bawah) pot. Drainase yang memadai adalah persyaratan lain untuk TAKEDAPOT. Sebagian besar pot komersial memiliki lubang drainase, tetapi seringkali dijumpai fasilitas ini tidak cukup memadai bagi terjadinya draenase yang baik. Oleh karena itu perlu dibuatkan sebagai lubang draenase tambahan.

Ada banyak jenis pot yang dapat digunakan untuk TAKEDAPOT, seperti pot tanah liat merah, pot kayu, pot plastik, pot beton, dan besi (drum), ataupun planter bag. Setiap jenis tentu memiliki kelebihan ataupun ke-kurangan. Selama penelitian berlangsung yang dilaku-kan penulis, penulis sangat dimudahkan terutama dalam hal kemudahan pengangkutan dan pemindahan serta pemeliharaan TAKEDAPOT jika menggunakan planter bag dan pot plastik. Berikut adalah karakter wadah atau pot tanam TAKEDAPOT yang disarankan penulis untuk digunakan.

 

Volume atau ukuran pot secara langsung menentukan seberapa besar atau jumlah tanaman yang dapat ditanam di dalamnya. Ukuran wadah optimal terkait dengan jumlah ataupun ukuran tanaman kelor yang akan ditanam (dipelihara), umur atau periode atau masa tumbuh, dan media tanam yang digunakan.

Misalnya, untuk menanam tanaman kelor berjumlah hanya satu saja dengan periode tumbuh (pemeliharaan) yang pendek tentunya membutuhkan ukuran pot yang lebih kecil dibandingkan dengan rencana periode pemeliharaan yang panjang. Demikian pula hanya bila direncanakan akan menanam dua atu tiga atu lebih tanaman dalam setiap pot, maka diperlukan ukuran pot yang besar untuk populasi yang lebih banyak dibandingkan populasi yang lebih sedikit.

Pada hakekatnya, pemilihan dan kemudian memutuskan ukuran pot mana yang akan dipilih adalah keputusan ekonomi karena ukuran pot akan mem-pengaruhi biaya produksi adalah fungsi dari berapa banyak tanaman yang dapat ditanam di ruang tertentu dalam waktu tertentu. Kontainer yang lebih besar menempati ruang yang lebih besar dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memberikan hasil (panenan). Oleh karena itu, bertanam tanaman kelor untuk produksi daun dalam pot yang lebih besar bahkan bila lebih kuat maka lebih mahal biaya produksinya. Namun demikian, sudah pasti manfaatnya akan lebih besar daripada biaya jika tujuan penanaman lebih berhasil dipenuhi.

Tinggi pot. Tinggi pot penting untuk diperhatikan karena menentukan kedalaman sistim perakaran (steker root). Banyak para penanam yang menginginkan tanaman mereka memiliki sistem akar yang dalam (luas) yang dapat tetap berhubungan dengan kelembaban tanah (media) sepanjang musim. Ketinggian pot juga penting karena menentukan proporsi media tanam yang mengalir bebas dalam wadah. Ketika air siraman diberikan pada pot berisi media tanam, gravitasi meresapnya ke bawah hingga mencapai dasar dan habis keluar melalui lubang pembuangan di bagian dasar pot. Di daerah bagian bawah media tanam, air relatif terhenti bergerak (atau boleh dikatakan lambat) karena daya tarik (ikat) media tanam, akan menciptakan zona jenuh air yang selalu ada di bagian bawah pot. Tinggi pot mempengaruhi kedalaman (ketebalan) lapisan jenuh ini. Pada kondisi jenis media tanam yang sama, kedalaman lapisan jenuh selalu lebih besar secara proporsional pada pot yang lebih pendek. Jadi, jenis media juga mempengaruhi fenomena tersebut di atas. Semakin kuat daya pegang air oleh media tanam maka kedalaman lapisan jenuh akan semakin tinggi.

TAKEDAPOT merupakan bertanam jenis tanaman tahunan yang mempunyai sistem perakaran yang dalam sehingga membutuhkan pot yang dalam juga. Oleh karena itu, sebaiknya tidak menggunakan pot yang dangkal.

Diameter Pot. Diameter pot penting dalam kaitannya dengan jenis spesies yang ditanam. Pohon berdaun lebar, semak, dan tanaman herba membutuhkan dia-meter wadah yang lebih besar sehingga air irigasi yang diterapkan dari atas dapat menembus dedaunan yang lebat dan mencapai medium. Terkait dengan rencana penanaman TAKEDAPOT untuk tujuan diperolehnya hasil berupa daun yang tumbuh baik dan segar sebagai sumber pangan sehat, maka diameter pot yang lebih lebar diperlukan agar dapat menanam sejumlah 2-3 tanaman kelor dalam setiap potnya.

Bentuk Pot. Pot telah tersedia dalam berbagai bentuk dan sebagian besar diameternya mengecil dari atas ke bawah. Sebagian besar pot berbentuk bulat tetapi ada yang berbentuk persegi. Bentuk pot tidaklah begitu penting untuk rencana penanaman TAKEDAPOT. Kecuali jika rencana penanaman TAKEDAPOT juga disertai dengan rencana dekorasi halaman atau di-jadikan sebagian dari komponen taman halaman.

Namun demikian, untuk TAKEDAPOT, sebaiknya pilih pot yang mempunyai bentuk silinder dan tidak terlalu menyempit ke bawah untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan akar. Hindari, meng-gunakan pot yang mempunyai bibir (pinggir atas) yang terlalu melebar ke samping dan menyempit di bagian tengah.

Daftar Referensi

 

Becker, K. 2004. Moringa oleifera – an underutilized tree with amazing versatility. Departement of Horticultura, Faculty of Agriculture, University of Science and Technology, Kumasi – Ghana, West Africa

Fahey, J.W. 2005. Moringa oleifera: A Review of the Medical Evidence for its Nutritional, Therapeutic, and Prophylactic Properties. Part 1. Trees for life Journal, 1:5, http://www.tljournal.org/article/phyo/20051201124931586

Fuglie, L.J. 1999. The Miracle Tree: Moringa Oleifera; National Nutrition for the Tropics. Church World Service, Dakar. 68 pp. revised in 2001 and published as the miracle tree; the multiple attributes of moringa 172pp. http://www/echotech.org/bookstore/advanced.

Palada MC, and Changl LC. (2003). Suggested cultural practices for Moringa. International Cooperators’ Guide AVRDC. AVRDC pub # 03–545 www.avrdc.org.

Santoso, B.B. and Parwata, IG.M.A. 2014. Seedling Growth from Stem Cutting with Different Physiological Ages of Jatropha curcas L. of West Nusa Tenggara Genotypes. Int. J. of App. Sci. and Tech. 4(6):5-10.

Santoso, B.B., Jayaputra, Parwata, IGMA. TAKEDAPOT – Tanam Kelor Dalam Pot.

Penerbit LPPM Unram Press. Mataram. 95h.

West Virginia Department of Agriculture. Container Gardening. Kent Leonhardt, Commissioner. www.agriculture.wv.gov

Wilson, S.B., Stoffella, P.J. and Graetz, D.A. (2001). Use of Compost as a media amendment for containerized production of two subtropical perennials. J. Environ Hort. 19 (1): 37-42.

 

Bambang Budi Santoso

Kelompok Peneliti Bidang Ilmu Pengembangan Pertanian Lahan Kering,

Fakultas Pertanian UNRAM

.

 

Share This