Banyaknya waktu luang di rumah akibat pembatasan social selama pandemi Covid-19 membuat banyak orang mengeksplorasi hobi baru salah satunya merawat tanaman hias. Akibatnya, terjadi pertambahan atau peningkatan permintaan terhadap tanaman hias yang diperjual-belikan oleh para nursery tanaman hias, bahkan permintaan ini berpengaruh juga pada peningkatan harga jual hingga cukup fantastis.

Antusiasme para hobiis baru ini mengantarkan beberapa tanaman hias menjadi primadona dengan harga selangit, salah satunya tanaman hias daun Monstera atau popular dineal dengan istilah Swiss Cheese Plant.  Tanaman hias daun jenis ini digemari sehubungan dengan daunnya yang unik. Daun yang seperti digunting-gunting atau dipotong-potong itu adalah Monstera deliciosa sedangkan daun yang berlubang atau bolong itu adalah Monstera adansonii. Yang terakhir ini lebih dikenal atau popular dengan nama si Janda Bolong.

Bagi hobiis baru atau pemula, berikut ini adalah beberapa tips merawat si Janda Bolong. Sayang kan, sudah beli maham-mahal, setelah sampai di rumah tidak dapat tampil maksimal sehingga tidak dapat terlihat keindahannya, dikarenakan ketidak tahuan bagaimana merawatnya.

Merawat si Janda Bolong akan dapat sukses menghasilkan si Janda Bolong dapat tampil lebih seksi tentunya dengan memperhatikan beberapa faktor tumbuh yang mempengaruhi pertumbuhan si Janda Bolong tersebut. Berikut beberapa faktor tumbuh yang harus mendapatkan perhatian secara seksama agar si Janda Bolong semakin seksi.

Suhu

Asal si Janda Bolong adalah dari Meksiko. Suhu di Indonesia (Indonesia Timur, termasuk Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat) mirip-miriplah dengan Meksiko. Walaupun terdapat kesamaan kondisi suhu, tanaman hias daun si Janda Bolong yang dirawat di Kota Mataram tetap memerlukan perhatian khusus dalam masalah suhu ini.

Pada siang hari, si Janda Bolong akan senang dan bertahan hidup dengan seksinya pada kisaran suhu 23 OC – 30 OC. Sedangkan palu pada malam hari, si Janda Bolong lebih nyaman 15 OC – 20 OC.

Sinar Matahari

Seperti tanaman hias daun lainnya, si Janda Bolong sangat membutuhkan sinar matahari untuk dapat tetap berpenampilan seksi. Jika si Janda Bolong dipersiapkan sebagai tanaman hias indoor (dalam ruangan) yang ditanam dalam suatu wadah atau pot, maka untuk memberikan kebutuhan akan sinar matahari yang cukup, perlu dilakukan beberapa hal berikut:

  1. Letakkan si Janda Bolong tidak jauh dari jendela
  2. Memindah-mindahkan posisi ke posisi dimana sumber sinar matahari tersedia
  3. Melakukan pergiliran dengan si tanaman lainnya. Tanaman yang telah seminggu dalam ruangan dikeluarkan dari ruangan untuk mendapatkan sinar matahari selama seminggu.

 Tanah

Tanah atau media tanam adalah faktor yang sangat penting bagi si Janda Bolong untuk dapat tumbuh dengan optimal. Tanah atau media tanam merupakan sumber bagi si Janda Bolong dapat memenuhi kebutuhan air dan mineral (unsur hara)-nya sehingga jika tanah atau media tanam yang digunakan tidak dalam kondisi baik sudah dapat dipastikan si Janda Bolong tidak akan tumbuh dengan baik. Media tanam yang baik bagi si Janda Bolong adalah media campuran, yaitu campuran tanah dengan pasir dan kompos dengan perbandingan 1:1:1(v/v).

 Memilih Bibit

Tanaman hias daun Janda Bolong termasuk jenis tanaman hias yang diperbanyak dengan cara vegetative yaitu dengan menggunakan stek batang. Jadi, jika kita menginginkan tanaman hias Janda Bolong yang baik, pastikan kita memilih bibit yang telah tumbuh sehat. Yaitu bibit yang berasal dari batang yang nampak berukuran cukup besar dan berisi serta terdapat minimal 1-2 lembar daun telah tumbuh dan berkembang dengan baik. Pastikan dengan bertanya ke penjual bibit, berapa umur bibit. Ada korelasi umur bibit dengan jumlah daun. Bibit dengan dua helai daun yang berkembang sempurna berumur kurang lebih 4 minggu dan jika terdapat 4 helai daun, maka kisaran umur bibit Janda Bolong tersebut sekitar 6 minggu. Daun baru Janda Bolong terbentuk setiap sekitar 7-8 hari.

Penyiraman

Seperti sudah disinggung diawal, pada dasarnya cara merawat si Janda Bolong tidak jauh berbeda dari cara merawat tanaman hias daun lainnya. Salah satu cara perawatan tersebut adalah dengan melakukan penyiraman dengan rutin dan benar.

Penyiraman yang disarankan untuk perawatan adalah dilakukan kali dalam satu hari atau dengan memastikan tanam atau media tanam tidak dalam kondisi terlalu kering. Tanaman hias daun ini merupakan tanaman hias yang tergolong membutuhkan lingkungan agak lembab. 

Pemupukan

Selain memperhatikan keadaan tanah atau media tanam, memberikan pupuk merupakan hal yang harus dilakukan dalam perawatan si Janda Bolong, agar tampil tetap seksi.

Pemberian pupuk inilah yang membuat Janda Bolong tumbuh semakin subur dan semakin cantik. Pupuk biasanya diberikan pada tanaman saat awal-awal penanaman sebagai pupuk dasar dan juga pada saat tanaman sudah besar sebagai pupuk susulan atau perawatan.

Selain menjadikan tanaman subur, pupuk juga dapat membuatsi Janda Bolong sehat sehingga terhindar dari gangguan hama ataupun penyakit, yang jika terjadi membuat tanaman tidak tampil sempurna bahkan dapat mematikan.

Gunakan pupuk lengkap atau majemuk N-P-K dengan analisis kandungan N-nya lebih besar ataupun sama dengan unsur P dan K. Pemberian pupuk semprot daun yang dilengkapi unsur hara mikro sangat diperlukan setiap enam bulan sekali, agar daun-daun si Janda Bolong dapat lebih berkilau.

Gulma

Tindakan perawatan terakhir yang perlu dilakukan agar si Janda Bolong tetap tampil cantik adalah dengan tidak memberikan kesempatan gulma tumbuh pada media tumbuhnya.Pastikan di sekitar tanaman Janda Bolong tidak ada gulma. Gulma sangat mengganggu pertumbuhan si Janda Bolong terkait persaingan akan unsur hara (pupuk) dan dapat juga sebagai inang hama-penyakit yang memungkinkan juga sebagai hama-penyakit si Janda Bolong.

Itulah beberapa faktor tumbuh yang sangat mempengaruhi keberhasilan si Janda Bolong tumbuh dan berkembang dengan sehingga tetap tampil cantik dan seksi. Selamat bercocok tanam si Janda Bolong dan semoga bermanfaat

Daftar Referensi

Muir, C.D. 2013. How did the Swiss Cheese plant get its holes? The American Naturalist. 181, (2): 273-281.

available on: https://pdfs.semanticscholar.org/51b5/154e8c3d9cee31c0512f8828b8edc16191c2.pdf

 www.thatplantylife.com

https://www.thesill.com/blogs/plants-101/how-to-care-for-monstera-monstera-deliciosa

https://www.gardenista.com/posts/gardening-101-monstera-deliciosa-tropical-plant-guide/

 

Bambang Budi Santoso

Kelompok Peneliti Bidang Ilmu Pengembangan Pertanian Lahan Kering,

Fakultas Pertanian UNRAM

.

 

Share This