Teknologi Tepat Guna  seperti halnya Teknik Produksi Daun Kelor Dengan TAKEDAPOT merupakan teknologi memproduksi biomasa daun kelor yang dipandang sebagai salah satu solusi dari permasalah-an yang dihadapi oleh masyarakat yang memiliki lahan terbatas namun berkemauan bercocok tanam tanaman kelor yang memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Tanpa lahan yang luas, bercocok tanam tanaman kelor, masih dapat dilakukan sehingga mampu menghadirkan sayuran sehat di halaman rumah, dan sekaligus sebagai penghijauan pekarangan di perkotaan dapat terpenuhi. TAKEDAPOT merupakan terminologi untuk Tanam Kelor Dalam Pot, merupakan teknik bercocok tanam yang berpeluang memberikan hasil yang lebih menguntung-kan dan berkelanjutan serta ramah lingkungan

Tinjaun agronomis TAKEDAPOT

Menanam tanaman sayuran tahunan seperti kelor dalam pot (TAKEDAPOT) dapat merupakan sesuatu yang menyenangkan sekaligus menantang. Secara umum, TAKEDAPOT membutuhkan persyaratan seperti sinar matahari dan pot yang dapat memfasilitasi jeluk (daerah) perakaran yang cukup luas. Persyaratan mutlak adalah sinar matahari sekitar 5-6 jam dan sirkulasi udara yang memadai. Setelah persyaratan ini terpenuhi, maka penanam atau petani dapat menempat-kan TAKEDAPOT dimana saja dengan aman. Kesuksesan TAKEDAPOT tidak lepas dari dapat tidaknya penanam memenuhi kebutuhan dasar tanaman; yaitu media tumbuh yang memadai, cahaya yang cukup, suhu yang tepat dan kelembaban serta nutrisi yang diperlukan.

Tanaman kelor memiliki beberapa karakter yang cocok dan menguntungkan jika ditanam dalam pot (TAKEDAPOT). Tanaman kelor memiliki persyaratan sebagai tanaman tahunan yang dipelihara di dalam wadah (pot), yaitu mudah dirawat, tahan kekeringan dan daya adaptasi yang luas, serta dapat tumbuh pesat untuk menghasilkan daun sebagai hasil utama bertanam kelor dalam pot.

Saat ini, memang telah ada tanaman kelor jenis pendek (kerdil) yang dihasilkan melalui program pemuliaan di India. Khususnya untuk di Indonesia, jenis-jenis kerdil belum berkembang. Namun demikian, dengan cara rekayasa sistim tanam, tanaman kelor yang ada sekarang (jenis-jenis yang tinggi besar) dapat tumbuh berkembang sesuai dengan keinginan penanam, yaitu dapat tumbuh lebih kerdil (kecil) disertai dengan pertumbuhan daun yang pesat.

Karakter-karakter tanaman kelor yang menjadikan atau membuat tanaman kelor ini dapat sebagai TAKEDAPOT adalah sebagai berikut:

  1. Umur menghasilkan produk berupa biomasa daun sangat singkat (genjah), walaupun ditanam dengan bibit berasal dari stek batang maupun berasal dari biji.
  2. Habitus tanaman kelor mudah direkayasa untuk tumbuh atau berpenampilan lebih pendek maupun lebih lebar.
  3. Tahan terhadap pemangkasan. Pemangkasan adalah teknik panen daun kelor.
  4. Produktivitas daun sangat pesat, dikarenakan sifat regrowth tanaman kelor sangat baik.
  5. Daya adaptasi terhadap lingkungan tumbuh cukup luas, yakni dapat tumbuh baik walaupun dalam wadah di dataran rendah hingga dataran tinggi. Tahan kekeringan sehingga tidak memerlukan air siraman yang banyak.
  6. TAKEDAPOT dapat dijadikan atau dimanfaatkan juga sebagai elemen lansekap (taman) pekarangan, karena nilai estetika atau keindahan tajuk (kanopi) tanaman dan juga warna hijau yang menimbulkan kesegaran dan kesejukan.
  7. Dapat digunakan untuk memanfaatkan halaman atau lahan yang sempit yang sekaligus dapat pula dipindah-pindah sesuai keinginan.
  8. Mudah dalam melakukan perawatan tanaman.
  9. Sangat cocok untuk program penghijauan pekarangan berbasis pangan sehat dan herbal ataupun program penyediaan pangan sehat berbasis keluarga.
  10. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman tidak akan merusak bangunan yang ada di sekitarnya.
  11. Kebutuhan unsur hara mineral dan air dapat dipenuhi secara optimal dan efisien.
  12. Dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan dengan menjual daun maupun buah yang dihasilkan.

Penempatan TAKEDAPOT tentunya harus memperhatikan persyaratan lingkungan tumbuh dari tanaman kelor. Adapun persyaratan tumbuh tanaman kelor adalah tempatnya harus terbuka dan mendapat sinar matahari yang cukup banyak sepanjang hari. Pada bulan Maret-Agustus sumber cahaya matahari datangnya dari sebelah Utara, sedangkan pada bulan September-Februari sumber cahaya matahari datangnya dari arah Selatan. Fenomena penyinaran matahari tersebut hendaknya dijadikan pertimbangan dalam meletakkan TAKEDAPOT di halaman. Bahkan perlu pula menjadi pertimbangan perlu-tidaknya dilakukan pemindahan letak atau posisi TAKEDAPOT pada halaman terkait dengan fenomena penyinaran matahari yang berubah tersebut.

Jika jumlah TAKEDAPOT lebih dari satu yang akan ditempatkan pada halaman atau pekarangan rumah, maka pengaturan jarak antar TAKEDAPOT perlu menjadi perhatian. Jarak antar TAKEDAPOT di atur sekitar 1-2 meter dan disesuaikan dengan kondisi halaman atau pekarangan, dan dekat dengan sarana bagi mudah/tidaknya dilakukan tindakan perawatan tanaman

Daftar Referensi

Becker, K. 2004. Moringa oleifera – an underutilized tree with amazing versatility. Departement of Horticultura, Faculty of Agriculture, University of Science and Technology, Kumasi – Ghana, West Africa

Fahey, J.W. 2005. Moringa oleifera: A Review of the Medical Evidence for its Nutritional, Therapeutic, and Prophylactic Properties. Part 1. Trees for life Journal, 1:5, http://www.tljournal.org/article/phyo/20051201124931586

Fuglie, L.J. 1999. The Miracle Tree: Moringa Oleifera; National Nutrition for the Tropics. Church World Service, Dakar. 68 pp. revised in 2001 and published as the miracle tree; the multiple attributes of moringa 172pp. http://www/echotech.org/bookstore/advanced.

Palada MC, and Changl LC. (2003). Suggested cultural practices for Moringa. International Cooperators’ Guide AVRDC. AVRDC pub # 03–545 www.avrdc.org.

Rasmani, Parwata, I.G.M.A., Santoso, B.B. 2018.  Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.) Pada Beberapa Macam Media Organik dengan Teknik Pembibitan Tidak Langsung. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan 4 (2):132-143

Santoso, B.B. and Parwata, IG.M.A. 2014. Seedling Growth from Stem Cutting with Different Physiological Ages of Jatropha curcas L. of West Nusa Tenggara Genotypes. Int. J. of App. Sci. and Tech. 4(6):5-10.

Santoso, B.B., Jayaputra, Parwata, IGMA. TAKEDAPOT – Tanam Kelor Dalam Pot.

Penerbit LPPM Unram Press. Mataram. 95h.

West Virginia Department of Agriculture. Container Gardening. Kent Leonhardt, Commissioner. www.agriculture.wv.gov.

 

Bambang Budi Santoso

Kelompok Peneliti Bidang Ilmu Pengembangan Pertanian Lahan Kering,

Fakultas Pertanian UNRAM

.

 

Share This