Pertanian merupakan salah satu sektor unggulan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan kemiskinan. Pembangunan pertanian di Kabupaten Lombok Utara diarahkan untuk peningkatan produktivitas dan ekstensifikasi, dan mengembangkan komoditas hortikultura pendukung pariwisata dan sebagai bidang usaha untuk menumbuhkan wirausaha baru. Salah satu komoditas hortikultura pendukung pariwisata di kawasan Utara Lombok tersebut adalah wortel (Daucus carota L.),  merupakan tanaman sayuran yang diambil umbinya, dan digunakan sebagai salah satu sayuran utama yang dimakan sebagai sayuran segar maupun berbagai jenis masakan.

Bambang B. Santoso salah satu tim hortikultura Faperta Unram yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara dalam pengembangan tanaman wortel mengutarakan bahwa secara agronomis, tanaman wortel merupakan tanaman sub-tropis, namun di daerah tropis tanaman wortel dapat dibudidayakan di daerah dataran tinggi (lebih dari 1000 meter dpl). Lebih lanjut dikatakan, meskipun demikian budidaya wortel masih dapat dilaksanakan di dataran medium (ketinggian di atas 500 meter dpl) pada tanah yang mengandung banyak humus, gembur dengan tingkat keasaman antara pH 5,5-6,5 Suhu optimal untuk pertumbuhan dan produksi wortel adalah 22-24 °C dengan penyinaran matahari yang penuh. Di Nusa Tenggara Barat, tanaman wortel dibudidayakan di Kawasan Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur yang memiliki ketinggian tempat 1.000–1.600 m dpl. Selain di dataran tinggi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa wortel dapat ditanam di dataran medium dan dataran rendah, tentunya dengan menerapkan teknologi budidaya atau teknologi produksi yang sesuai. Salah satu kawasan dataran medium di Kabupaten Lombok Utara, adalah di Kawasan Desa Santong, Kecamatan Kayangan. Pada kawasan tersebut kemungkinan dapat dikembangkan menjadi kawasan budidaya tanaman wortel dengan teknologi budidaya yang sesuai. Namun demikian belum tersedia informasi tentang paket teknologi budidaya wortel yang dapat digunakan sebagai acuan atau rekomendasi bercocok tanam tanaman tersebut. Padahal teknologi produksi wortel di beberapa kawasan di luar pulau Lombok telah tersedia, dan relatif mudah dilakukan, ungkapnya kemudian. Oleh karena itu diperlukan upaya pengenalan teknologi produksi wortel yang paling sederhana melalui kegiatan penyuluhan dan disertai demontrasi plot teknologi produksi tanaman wortel di kawasan tersebut.

Tim pakar hortikultura yang terdiri atas Dr. Bambang B. Santoso, Aluh Nikmatulah, Ph.D. dan Karwati Zawani, MP. dan tim pakar keilmuan lainnya telah menyelenggarakan pengenalan teknologi budidaya wortel melalui penyuluhan dan demontrasi plot di Desa Santong. Maksud dari kegiatan penyuluhan dan demontrasi plot teknologi produksi (budidaya) tanaman wortel tersebut adalah untuk percepatan pengembangan tanaman wortel di kawasan Lombok Utara melalui peningkatan pengetahuan kelompok tani terhadap teknologi produksi tanaman wortel. Sekaligus diharapkan pula dihasilkannya suatu paket teknologi bercocok tanam tanaman wortel di kawasan tersebut.

Manfaat dari kegiatan ini tentunya adalah untuk meningkatkan pendapatan petani melalui kegiatan bercocok tanam wortel dan terpenuhinya kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Utara terhadap produk wortel. Kegiatan ini tentunya akan sangat bertampak positif sehubungan dengan periode pasca gempa yang melanda Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini tentunya akan merupakan salah satu strategis meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara. Dan kemudian adalah dengan menjadikan pariwisata sebagai lokomotif penggerak ekonomi.

Dikatakan oleh Bambang B. Santoso, bahwa sebagai tahap awal penyediaan teknologi budidaya wortel yang mencirikan kekhasan lingkungan kawasan, maka diperlukan beberapa kegiatan yang seharusnya dilaksanakan secara komprehensif seperti 1) melakukan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) pengembangan budidaya wortel di Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara, 2) melakukan kegiatan transfer ilmu pengetahui melalui kegiatan penyuluhan disertai dengan kegiatan praktek bertanam bersama atau demonstrasi plot terkait teknologi budidaya wortel, dan terakhir adalah evaluasi kegiatan, yang bertujuan untuk mengetahui berhasilkan pengembangan tanaman tersebut meningkatkan pendapatan petani dan memenuhi kebutuhan konsumsi wortel di kasawan tersebut.

Hasil kegiatan penyuluhan dan demontrasi plot terhadap teknologi bercocok tanam wortel di Desa Santong, yang telah dilakukan oleh ketiga tim pengembang hortikultura tersebut dan tim pakar bidang lainnya telah menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang kemudian dituangkan dalam mempraktekkan teknik bercocok tanam wortel pada anggota-anggota kelompok tani Sempakok Atas dan kelompok tani Sumber Karya. Pada kedua kelompok tani ini dipraktekkan pula bertanam lima varietas wortel. Hasilnya oleh mereka dikatakan bahwa beberapa varietas wortel dapat tumbuh dan berproduksi cukup baik di dataran medium Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara yaitu varietas Lokal Berastagi, varietas Kirana, varietas New Nantes dan varietas New Kuroda, namun yang menunjukkan hasil paling baik adalah varietas Lokal Berastagi dan Kirana. Ketiga orang tim pengembang tanaman wortel, kini sedang mempersiapkan dokumen Standar Operasional Prosedur bertanam wortel di dataran medium, khususnya di kawasan Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara. Semoga SOP yang dipersiapkan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pedoman bertanam wortel dalam rangka pemenuhan kebutuhan wortel di Kabupaten Lombok Utara.

Share This